Ir.gatot iman sudjono
Muqaddimah
Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang, yang akan menentukan perjalanan kehidupanya. Dengan syahadat, orientasi duniawi (Baca;materil) Akan berubah menjadi orientasi ukhrawi yang secara langsung atau tidak pulalah Rasulullah SAW mengubah kondisi masyarakat arab, dari kehidupan yang jahili menuju kehidupan yang islami.
Syahadat membawa perubahan mendasar dalam jiwa setiap insane. Syahadat merubah kondisi masyarakat dari akarnya yang paling bawah; yaitu dari sisi relung hatinya yang paling dalamketika hati telah berubah, maka segala gerak gerik, tingkah laku, pola pikir, kejiwaan dan segala tindak tanduk akan berubah pula.
Namun Tentulah untuk dapat mewujudkan perubahan seperti itu, harus terlebih dahulu memahami hakekat yang terkandung dalam kalimat yang membawa perubahan itu. Para sahabat, yang mereka semua sebagian besar orang arab, sangat memahami makna yang terkandung dalam kalimat tersebut.Sehingga keyika mereka mengucapkannya, mereka pun mengetahui dan memahami konsekuensi yang bakal mereka terima dari ucapannya. Oleh karena itulah, tidak sedikit kasus adanya penolakan dari mereka untuk mengucapkan kalimat tersebut.Bahkan diantara mereka ada mengatakan akan dapat mengatakan sepuluh kalimat, Asalkan bukan kalimat yang satu itu.
Makna Syahadatain
1. Uraian makna dan fungsi kata La ilaha ilallah
Kata Makna Fungsi
La Tidak nafi: Peniadaan
Ilaha Tuhan(yang disembah) Manfa : Yang ditiadakan
Illa Kecuali Adatul Istisna : Pengecualian
Allah Allah SWT Al-mustasna : yang dikecualikan
2. Arti La ilaha ilallah
Ilah secara bahasa memiliki arti sesuatu yang disembah. Dimensi ilah dalam kehidupan ini dapat mencakup makna luas, diantaranya adalah :
A).Malik raja/pemliki:
Tiada pemiliki raja selain allah SWT /tiada kerajaan selain untuk Allah SWT.
Allah SWT berfirman (QS. 4 :131)
وَللّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ غَنِيّاً حَمِيداً ﴿١٣١﴾
“Dan Kepunyaan Allah lah apa yang dilangit dan yang di bumi,dan sungguh kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan(juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka ketahuilah, sesungguhnya apa yang dilangit dan apa yang dibumi hanyalah kepunyaan allah dan Allah maha kaya Lagi maha terpuji.”
B.) Hakim ; Pembuat hukum.
Tiada pembuat hukum selain Allah SWT. Dalm Al-quran Allah SWT Berfirman dalam (QS. 6 :114)
أَفَغَيْرَ اللّهِ أَبْتَغِي حَكَماً وَهُوَ الَّذِي أَنَزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ ﴿١١٤﴾
“Maka patutkah aku mencari hakim selain dari pada Allah, pada hal ia lah yang telah menurunkan kitab (al-quran) kepada mu dengan terperinci?orang-orang yang telah kami datangkan kitab kepada mereka,mereka mengetahui bahwa al-quran itu diturunkan dari tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu.”
Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 6 :57)
إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ
“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah”
C.) Amir :Pemerintah (yang berhak memberikan perintah)
Tiada pemerintah (Yang berhak memberikan perintah dan larangan ) Selain Allah SWT. Dalam al-quran Allah SWT berfirman (QS. 7 :54)
أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾
“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, Tuhan.”
D.) Wali : Pelindung/pemimpin
Tiada pelindung/pemimpin selain Allah SWT.Allah SWT berfirman dalam al-quran (QS.2: 257)
اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢٥٧﴾
“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran kepada cahaya iman. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan kekafiran. Mereka itu adalah penghuni neraka ; mereka kekal di dalamnya.”
E.) Mahbub : yang dicintai.
Tiada yang dicintai selain Allah SWT dalam al-quran Allah SWT mengatakan (QS.2:165)
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ ﴿١٦٥﴾
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun Orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanya (niscaya mereka menyesal)”
F.)Marhub : Yang ditakuti.
Tiada yang ditakuti selain Allah SWt. Allah berfirman (QS.9:18)
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴿١٨﴾
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman lepada Allah dan hari kemudian,Serta tetap mendirikan Shalat,menunaikan Zakat,Dan tidak takut kpd siapa pun selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
G.) Marghub : Yang diharapkan.
Tiada yang diharapkan Selain Allah SWT.Allah berfirman dalam al- quran (QS.94:8):
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
H.) Haul wal quwah : Daya dan kekuatan
Tiada daya dan kekuatan selain Allah SWt. Allah SWt berfirman dalam al-quran (QS.51:58) :
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ ﴿٥٨﴾
“Sesungguhnya Allah Dialah maha pemberi Rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
I.) Mu’dzam : Yang diagungkan.
Tiada yang diagungkan selain Allah SWT. Dalam al-quran Allah SWT berfirman (QS.22:32) :
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴿٣٢﴾
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
J.) Mustaan bihi : Tempat dimintai pertolongan.
Tiada yang dimintai pertolongan selain Allah SWT, Allah berfirman dalam al-quran (QS.1.:5)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾
“Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan.”