Ir.gatot iman sudjono
Muqaddimah
Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang, yang akan menentukan perjalanan kehidupanya. Dengan syahadat, orientasi duniawi (Baca;materil) Akan berubah menjadi orientasi ukhrawi yang secara langsung atau tidak pulalah Rasulullah SAW mengubah kondisi masyarakat arab, dari kehidupan yang jahili menuju kehidupan yang islami.
Syahadat membawa perubahan mendasar dalam jiwa setiap insane. Syahadat merubah kondisi masyarakat dari akarnya yang paling bawah; yaitu dari sisi relung hatinya yang paling dalamketika hati telah berubah, maka segala gerak gerik, tingkah laku, pola pikir, kejiwaan dan segala tindak tanduk akan berubah pula.
Namun Tentulah untuk dapat mewujudkan perubahan seperti itu, harus terlebih dahulu memahami hakekat yang terkandung dalam kalimat yang membawa perubahan itu. Para sahabat, yang mereka semua sebagian besar orang arab, sangat memahami makna yang terkandung dalam kalimat tersebut.Sehingga keyika mereka mengucapkannya, mereka pun mengetahui dan memahami konsekuensi yang bakal mereka terima dari ucapannya. Oleh karena itulah, tidak sedikit kasus adanya penolakan dari mereka untuk mengucapkan kalimat tersebut.Bahkan diantara mereka ada mengatakan akan dapat mengatakan sepuluh kalimat, Asalkan bukan kalimat yang satu itu.
Makna Syahadatain
1. Uraian makna dan fungsi kata La ilaha ilallah
Kata Makna Fungsi
La Tidak nafi: Peniadaan
Ilaha Tuhan(yang disembah) Manfa : Yang ditiadakan
Illa Kecuali Adatul Istisna : Pengecualian
Allah Allah SWT Al-mustasna : yang dikecualikan
2. Arti La ilaha ilallah
Ilah secara bahasa memiliki arti sesuatu yang disembah. Dimensi ilah dalam kehidupan ini dapat mencakup makna luas, diantaranya adalah :
A).Malik raja/pemliki:
Tiada pemiliki raja selain allah SWT /tiada kerajaan selain untuk Allah SWT.
Allah SWT berfirman (QS. 4 :131)
وَللّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ غَنِيّاً حَمِيداً ﴿١٣١﴾
“Dan Kepunyaan Allah lah apa yang dilangit dan yang di bumi,dan sungguh kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan(juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka ketahuilah, sesungguhnya apa yang dilangit dan apa yang dibumi hanyalah kepunyaan allah dan Allah maha kaya Lagi maha terpuji.”
B.) Hakim ; Pembuat hukum.
Tiada pembuat hukum selain Allah SWT. Dalm Al-quran Allah SWT Berfirman dalam (QS. 6 :114)
أَفَغَيْرَ اللّهِ أَبْتَغِي حَكَماً وَهُوَ الَّذِي أَنَزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ ﴿١١٤﴾
“Maka patutkah aku mencari hakim selain dari pada Allah, pada hal ia lah yang telah menurunkan kitab (al-quran) kepada mu dengan terperinci?orang-orang yang telah kami datangkan kitab kepada mereka,mereka mengetahui bahwa al-quran itu diturunkan dari tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu.”
Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 6 :57)
إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ
“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah”
C.) Amir :Pemerintah (yang berhak memberikan perintah)
Tiada pemerintah (Yang berhak memberikan perintah dan larangan ) Selain Allah SWT. Dalam al-quran Allah SWT berfirman (QS. 7 :54)
أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾
“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, Tuhan.”
D.) Wali : Pelindung/pemimpin
Tiada pelindung/pemimpin selain Allah SWT.Allah SWT berfirman dalam al-quran (QS.2: 257)
اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢٥٧﴾
“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran kepada cahaya iman. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan kekafiran. Mereka itu adalah penghuni neraka ; mereka kekal di dalamnya.”
E.) Mahbub : yang dicintai.
Tiada yang dicintai selain Allah SWT dalam al-quran Allah SWT mengatakan (QS.2:165)
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ ﴿١٦٥﴾
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun Orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanya (niscaya mereka menyesal)”
F.)Marhub : Yang ditakuti.
Tiada yang ditakuti selain Allah SWt. Allah berfirman (QS.9:18)
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴿١٨﴾
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman lepada Allah dan hari kemudian,Serta tetap mendirikan Shalat,menunaikan Zakat,Dan tidak takut kpd siapa pun selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
G.) Marghub : Yang diharapkan.
Tiada yang diharapkan Selain Allah SWT.Allah berfirman dalam al- quran (QS.94:8):
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
H.) Haul wal quwah : Daya dan kekuatan
Tiada daya dan kekuatan selain Allah SWt. Allah SWt berfirman dalam al-quran (QS.51:58) :
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ ﴿٥٨﴾
“Sesungguhnya Allah Dialah maha pemberi Rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
I.) Mu’dzam : Yang diagungkan.
Tiada yang diagungkan selain Allah SWT. Dalam al-quran Allah SWT berfirman (QS.22:32) :
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴿٣٢﴾
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
J.) Mustaan bihi : Tempat dimintai pertolongan.
Tiada yang dimintai pertolongan selain Allah SWT, Allah berfirman dalam al-quran (QS.1.:5)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾
“Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan.”
...hidup mulia atau mati syahid... ya Allah, berilah kami cintaMu agar dapat mencintaimu jadikan cintaku padaMu melebihi cintaku pada diriku sendiri, keluarga, harta dan pekerjaanku.........
Selasa, 08 Juli 2008
Minggu, 06 Juli 2008
10. Nasehat Luqman Kepada Anaknya
oleh : Ir. Gatot Iman Sudjono
Jangan mempersekutukan Allah
artinya :” 013. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Berbuat baik kepada kedua orang tua
Bersyukur
artinya :” 014. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
artinya :” 015. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Perbuatan sebesar biji sawi akan mendatangkan balasannya
artinya :” 016. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Dirikanlah sholat,
Berbuat baik, cegah mungkar,
Bersabarlah
artinya :” 017. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Jangan Sombong
artinya :” 018. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Sederhanalah dalam berjalan
Lunakkan suaramu
artinya :” 019. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Jangan mempersekutukan Allah
artinya :” 013. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Berbuat baik kepada kedua orang tua
Bersyukur
artinya :” 014. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
artinya :” 015. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Perbuatan sebesar biji sawi akan mendatangkan balasannya
artinya :” 016. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Dirikanlah sholat,
Berbuat baik, cegah mungkar,
Bersabarlah
artinya :” 017. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Jangan Sombong
artinya :” 018. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Sederhanalah dalam berjalan
Lunakkan suaramu
artinya :” 019. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Sabtu, 05 Juli 2008
EGOISME
EGOISME
ANCAM PERSATUAN UMAT
Disampaikan oleh: Ir. Gatot Sudjono
Idul Adha 1427 H/2006 di Masjid Al-Muhajirin
Jatikramat Indah I-Bekasi
Allahu Akbar 3X Allahu Akbar 3X Allahu Akbar 3X Allahu Akbar wa lillahilhamdu
Hadirin jama’ah Idul Adha rahimakumullah
Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Rahman, yang Maha kasih terhadap seluruh makhluknya tanpa pilih kasih. Allah yang Maha Rahim, yang Maha penyayang kepada hamba-Nya yang beriman dan beribadah kepada-Nya.
Kita bersyukur kepada Allah SWT, hanya Berkah, Rahmat, Karunia, Taufiq dan Hidayah-Nya semata kita dapat berkumpul di pagi hari yang sangat mulia dan berbahagia ini. Saat ini, lebih dua juta kaum muslimin tengah beribadah haji di Tanah suci. Mereka datang dari seluruh penjuru dunia, dari bangsa, bahasa, golongan, suku, warna kulit, dan status sosial yang beraneka ragam. Namun dari lidah mereka meluncur satu kalimat :
“Labbaika, Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik. Inna alhamda wa al ni’mata laka wa al-mulk, la syarika laka”
(“Aku penuhi panggilan-Mu…Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan kekuasaan, milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”)
Kalimat itu melambangkan persatuan, kesatuan dan keikhlasan mengabdi semata-mata demi memenuhi panggilan Illahi. Berjuta-juta hewan ternak disembelih. Dagingnya dibagikan kepada mereka yang jarang menikmatinya. Sementara darahnya dibiarkan bercucuran di muka bumi, sebagai tamsil dari pengabdian dan pengorbanan makhluk kepada penciptanya.
Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah
Kemarin umat Islam berkumpul dipadang Arafah. Ditengah tengah padang pasir yang gersang, di bawah terik panas matahari yang menyengat. Pakaian mereka serba putih melambangkan kesucian hati mereka. Kaum pria hanya mengenakan dua helai kain tanpa jahitan. Tak bisa dibedakan antara yang kaya dengan yang miskin., antara pejabat dan rakyat biasa. Dari balik tenda, terdengar suara dzikir mereka. Diiringi derai airmata yang berjatuhan membasahi pipi yang gersang, teringat akan dosa dan kesalahan yang telah begitu banyak dilakukan.
Dan pada hari ini, mereka kumpul di Mina. Di tempat inilah pengorbanan hakiki pernah diproklamirkan. Ketika Nabiyullah Ibrahim AS merelakan putra tercintanya Ismail untuk disembelih. Seruan ini disambut oleh putranya dengan penuh keikhlasan, dengan menyatakan :
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash-Shaffat: 102)
Demikianlah keduanya rela berkorban di jalan Allah, sebagai bentuk pengorbanan termahal dalam sejarah manusia. Walaupun leher Ismail tidak terpenggal, dan digantikan Allah dengan seekor qibas, namun peristiwa itu menyisakan makna yang terlukis sepanjang masa. Betapa perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan selalu mensyaratkan pengorbanan sebagai konsekuensi logis. Tanpa merelakan kepentingan pribadi yang seringkali duniawi, tujuan perjuangan yang menyangkut maslahat umat tak mungkin tercapai. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar: 1-3).
Seorang mukmin dituntut untuk rela berkorban apa saja. Tak peduli harta, pangkat, jabatan, bahkan nyawa sekalipun jika dimaksudkan sebagai pengabdian terhadap Allah SWT dapat terwujud dan umat manusia dapat terhindar dari kekufuran dan kemusyrikan. Setiap Mukmin harus ikhlas berkorban. Pengorbanan dalam bentuk apapun, sepanjang didasari keikhlasan niat semata mencari ridho Allah pasti tidak akan sia-sia disisi-Nya. Ia yakin betul akan janji Allah SWT :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS. At-Taubah: 111).
Hadirin kaum Muslimin yang berbahagia
Perjuangan yang kita lakukan harus didasari atas niat semata mencari ridha Allah SWT. Pengorbanan kita juga harus ikhlas karena-Nya, dengan menyerahkan sebagian kemerdekaan pribadi untuk kepentingan dan kebahagiaan bersama. Sebagai suami/ istri, sebagai orang tua/ anak. Kita berjuang dan berkorban agar seluruh keluarga kita terhindar dari ancaman siksa neraka jahannam. Sebagai jawaban sikap kita terhadap peringatan Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-tahrim: 6).
Tekad untuk berjuang dan keikhlasan untuk berkorban saja tidaklah cukup. Nabiyullah Ibrahim AS dan putranya Ismail masih diuji dengan keteguhan iman melalui bisikan iblis. Setahap demi setahap mereka melewati godaan tersebut. Satu demi satu batu dilemparkan sbg tamsil dari pernyataan “perang” melawan iblis dengan segala bentuknya yang selalu akan muncul menggoda dikala seorang hamba Allah menelusuri ‘Shiratal Mustaqim” (jalan lurus yang diridhoi Allah SWT).
“Iblis menjawab: “Karena engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan engkau yang lurus, kemudian saya
akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur Taat.”
(QS. Al-a’raaf: 16-17).
Hamba-hamba Allah yang mulia.
Kini, iblis dalam bentuk manusia makin menunjukan eksistensinya. Hal itu ditampilkan oleh para pengikut sekularisme dan liberalisme. Mereka telah “menuhankan” akal dan hawa nafsu mereka. Gejala semacam ini sebenarnya sudah timbul sejak akhir abad ke-19, ketika secara gegabah FW Nietzsche seorang filosof Jerman (1844-1900) menyatakan : Tuhan sudah mati. Sebelumnya Fir’aun abad 18 yang bernama Imanuel Kant (1724- 1804) yang lahir di Jerman telah pula memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. Ia menyatakan : beri saya material, niscaya akan saya perhatikan kepada kalian bagaimana caranya menciptakan alam semesta.
Hadirin, hamba-hamba yang dimuliakan Allah.
Dinegeri kita, keberadaan kaum sekularisme dan Liberalisme kini lebih terorganisir lagi dengan lahirnya kelompok yang menamakan dirinya Jaringan Islam Liberal (JIL) , lewat artikel berjudul : Menyegarkan kembali Pemahaman Islam. Yang pernah dimuat Kompas (edisi 18 Nopember 2002 halaman 4-5) telah mempublikasikan penghinaan terhadap Islam dan kaum muslimin secara terbuka, koodinator JIL itu melakukan penghinaan yang sangat lengkap terhadap Allah SWT dan hukum hukumNya yang telah ditetapkan secara ekplisif, baik dalam Al-Qur’an maupun Sunah. Dia menyetakan “Tiada hukum tuhan yang ada adalah hukum manusia.”
Rasulullah SAW juga dihina dengan pernyataannya bahwa Rasulullah SAW hanyalah sekedar “ tokoh historis yang harus dikaji dengan kritis”. Menurutnya Rasulullah yang disucikan Allah SWT hanyalah manusia biasa yang banyak kesalahannya. Ini jelas merupakan penghinaan yang nyata terhadap Rasulullah yang memperoleh gelar ma’shum ( terjaga dari kekeliruan menyampaikan risalah) dari Allah SWT. Gelar ini meyakinkan setiap mukmin bahwa beliau telah dilindungi Allah SWT dari kemungkinan kekeliruan dan kekilafan dalam menyampaikan risalah.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah
Sebagai umat islam kita dituntut bersatu dalam satu barisan dan perjuangan. tidak ada sedikitpun alasan untuk menempuh jalan yang terpecah belah diantara kita. Bahaya komunisme masih merupakan ancaman terberat. Dari masa kemasa, mereka selalu bangkit, berusaha memecah belah umat islam dan mendorong setiap muslim untuk melakukan penyelewengan pemikiran dan moral. Sekularisme adalah ancaman kedua yang menghampakan makna ideologis islam. Egoisme merupakan ancaman ketiga yang akan membawa manusia berlomba mengejar kepuasan pribadi tanpa menghiraukan kepentingan dan hak orang lain.
Kita membutuhkan persatuan dan kesatuan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan ini. Persatuan seperti yang Allah SWT gambarkan dalam firmanNya :
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali( dien ) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,”(QS Al-Imran :103)
Persatuan umat harus didasari pada dua pilar : pertama, Persatuan yang didasari atas adanya titik tujuan yang sama, yaitu semata mencari ridha Allah SWT dalam segala langkah dan perjuangan. Rasul SAW bersabda :
“Orang mukmin dengan orang mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan, dimana masing-masing saling menguatkan yang lain.”(HR.Bukhori M)
Kedua, Persatuan harus didasarkan pada derap langkah yang sama dalam perjuangan. Makna kata jami’an dalam ayat tersebut tidak membedakan antara individu satu dengan yang lain. Allah SWT Berfirman :
“ Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”.( QS Al-An biyaa :92)
Hadirin kaum muslim yang berbahagia
Namun sangat disayangkan, diantara kita masih ada yang bermental resepsionis, ingin terpampang semua mereknya. Mulai dari agama, partai, golongan, suku, sampai pribadinya. Padahal Rasulnya pernah menyatakan bahwa apa yang diberikan tangan kanan hendaknya tidak diketahui tangan kirinya. Sebuah gambaran tentang keikhlasan dan anti egoisme.
Betul, kita datang dari berbagai kabilah, suku, bangsa, bahasa dan warna kulit yang berbeda, kedudukan dan status sosial yang tidak sama. Namun jika kita telah sama memekikkan kalimat Allahu Akbar dan bersujud dihadapan Illahi, maka tidak ada lagi perbedaan diantara kita. Kita adalah umat yang satu, umat Muhammad yang senantiasa berpegang teguh kepada panji “Allahu Akbar, Laillaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.”
Hadirin kaum muslimin yang dirahmati Allah
Hari-hari belakangan ini, ikatan ukhuwah dan keimanan kita tengah diuji oleh Allah SWT. Gempa dan gelombang Tsunami yang meluluhlantakan negri saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra Utara, dua tahun yang lalu dengan korban ratusan ribu orang gugur menjadi syuhada, insya Allah. Serta ratusan ribu lainnya cidera, kehilangan harta benda, tempat tinggal, mata pencaharian dan sanak saudara, rasanya baru kemarin musibah itu terjadi bahkan sampai saat ini Allah SWT masih memberikan ujian bagi kita dengan angin puting beliung yang memporakporandakan pemukiman di Pulau jawa, Tanah longsor di Solok, gempa di Medan, banjir bandang di Nanggroe Aceh Darussalam dan Lumpur Lapindo yang masih menyisakan masalah, seolah olah tiada berhenti. Astaghfirullah... Dengan musibah itu, ada keluarga yang kehilangan istri, suami, orang tua ataupun anak yang dicintainya. Tak terhitung jumlah anak-anak yatim piatu yang tak lagi merasakan hangatnya dekapan ayah-bundanya.
Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah SWT
Mereka yang sedang menangis, meratap, merintih, menjerit dan memekik dari himpitan musibah ini adalah saudara-saudara kita, mereka merupakan bagian dari tubuh kita sebagaimana dipesankan Rasulullah SAW. Kita harus mencintai mereka seperti mencintai diri kita sendiri. Bukan dalam slogan dan kata-kata, tetapi dalam wujud nyata! Dalam sebuah sabdanya Rasulullah SAW mengancam keimanan seseorang dengan menafikan kesempurnaan iman seseorang yang belum mampu mencintai saudaranya sesama Mukmin seperti cintanya terhadap dirinya sendiri (HR.Ahmad, Bukhori, Muslim, Turmudzi, Nasa’i danIbnu Majah).
Marilah kita sejenak menundukkan kepala, dengan penuh keikhlasan kita berdo’a memohon bimbingan dan pertolonganNya. Marilah kita menengadahkan kedua telapak tangan kita sambil meluluhkan perasaan dan menjernihkan pikiran.
Allahumma ya Allah.... Kami berkumpul di tempat yang mulia ini, memuji kebesaranMu, dan dengan segala kesadaran yang utuh, kami semua adalah milikMu Ya Allah...pengorbanan para nabi, syuhada dan waliyullah telah mengetarkan hati kami, betapa terasa kecilnya diri-diri kami. Karena itu ya Allah tumbuhkanlah ruhul jihad dalam diri kami, hidupkanlah semangat berkorban dalam jiwa kami, suburkanlah semangat pengabdian dalam segala tingkah langkah kami agar negri ini makmur di bawah naungan ridhoMu, agar Islam menjadi berkah dan rahmat bagi alam semesta.
Rabbana Ya Allah, yang Maha pengampun terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami perbuat selama ini, pada hari ini yang suci dan mulia ini kami mohon ampunanmu ya Allah sungguh ampunanMu adalah lebih luas daripada dosa-dosa yang kami lakukan, bersihkanlah jiwa raga kami dari dosa dan kesalahan ketika ajal nanti mengantaarkan kami menuju kehadiratmu.
Allahumma Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami kasihanilah mereka berdua seperti mereka pernah mengasihi dan menyayangi kami sejak kecil dan ampuni dosa saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat berilah kami taufik dan hidayah berkah serta rahmat dan keridhoanMu kepada para pemimpin kami kuatkanlah ketika mereka lemah, luruskanlah ketika mereka keliru, berilah bimbingan agar dapat membawa kami kepada jalan meraih keridhoanMu.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim... hari ini kami berdoa untuk saudara-saudara kami seiman yang sedang melaksanakan ibadah haji berikanlah kemudahan dalam melaksanakan rukun dan wajib hajinya jadikannlah sepulangnya menjadi haji yang mabrur. Bagi saudara kami yang sedang tertimpa musibah berilah kesabaran dan ketabahan, berilah jalan keluar untuk mendapatkan keridhoanMu. Bagi saudara kami yang telah meninggal dunia terimalah arwah saudara-saudara kami tempatkanlah mereka di tempat yang mulia disisiMu bersama para nabi dan Rasul para waliyullah dan para syuhada. Jadikanlah musibah ini kifarat bagi dosa-dosa dan kekhilafan mereka dan jadikanlah musibah ini ladang bagi saudara-saudara kami untuk memperoleh pahala tanpa hisab sesuai janjiMu. Ya Allah. Tumbuhkanlah terus dalam sanubari kami semangat untuk menolong saudara-saudara kami agar mereka kembali dapat hidup layak seperti sedia kala.
Allahumma Ya Allah cucurkanlah rahmat berkah karunia taufiq dan hidayahMu serta inayahMu bimbinglah kami semua dengan cahaya hidayahmu agar kami senantiasa mampu menempatkan diri di jalan yang engkau ridhoi. Berilah kami kesempatan untuk menikmati kebahagiaan hidup di dunia ini yang hakiki dan abadi dalam ridhoMu diakhirat nanti. Amin ya Rabbal Alamin.
ANCAM PERSATUAN UMAT
Disampaikan oleh: Ir. Gatot Sudjono
Idul Adha 1427 H/2006 di Masjid Al-Muhajirin
Jatikramat Indah I-Bekasi
Allahu Akbar 3X Allahu Akbar 3X Allahu Akbar 3X Allahu Akbar wa lillahilhamdu
Hadirin jama’ah Idul Adha rahimakumullah
Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Rahman, yang Maha kasih terhadap seluruh makhluknya tanpa pilih kasih. Allah yang Maha Rahim, yang Maha penyayang kepada hamba-Nya yang beriman dan beribadah kepada-Nya.
Kita bersyukur kepada Allah SWT, hanya Berkah, Rahmat, Karunia, Taufiq dan Hidayah-Nya semata kita dapat berkumpul di pagi hari yang sangat mulia dan berbahagia ini. Saat ini, lebih dua juta kaum muslimin tengah beribadah haji di Tanah suci. Mereka datang dari seluruh penjuru dunia, dari bangsa, bahasa, golongan, suku, warna kulit, dan status sosial yang beraneka ragam. Namun dari lidah mereka meluncur satu kalimat :
“Labbaika, Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik. Inna alhamda wa al ni’mata laka wa al-mulk, la syarika laka”
(“Aku penuhi panggilan-Mu…Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan kekuasaan, milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”)
Kalimat itu melambangkan persatuan, kesatuan dan keikhlasan mengabdi semata-mata demi memenuhi panggilan Illahi. Berjuta-juta hewan ternak disembelih. Dagingnya dibagikan kepada mereka yang jarang menikmatinya. Sementara darahnya dibiarkan bercucuran di muka bumi, sebagai tamsil dari pengabdian dan pengorbanan makhluk kepada penciptanya.
Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah
Kemarin umat Islam berkumpul dipadang Arafah. Ditengah tengah padang pasir yang gersang, di bawah terik panas matahari yang menyengat. Pakaian mereka serba putih melambangkan kesucian hati mereka. Kaum pria hanya mengenakan dua helai kain tanpa jahitan. Tak bisa dibedakan antara yang kaya dengan yang miskin., antara pejabat dan rakyat biasa. Dari balik tenda, terdengar suara dzikir mereka. Diiringi derai airmata yang berjatuhan membasahi pipi yang gersang, teringat akan dosa dan kesalahan yang telah begitu banyak dilakukan.
Dan pada hari ini, mereka kumpul di Mina. Di tempat inilah pengorbanan hakiki pernah diproklamirkan. Ketika Nabiyullah Ibrahim AS merelakan putra tercintanya Ismail untuk disembelih. Seruan ini disambut oleh putranya dengan penuh keikhlasan, dengan menyatakan :
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash-Shaffat: 102)
Demikianlah keduanya rela berkorban di jalan Allah, sebagai bentuk pengorbanan termahal dalam sejarah manusia. Walaupun leher Ismail tidak terpenggal, dan digantikan Allah dengan seekor qibas, namun peristiwa itu menyisakan makna yang terlukis sepanjang masa. Betapa perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan selalu mensyaratkan pengorbanan sebagai konsekuensi logis. Tanpa merelakan kepentingan pribadi yang seringkali duniawi, tujuan perjuangan yang menyangkut maslahat umat tak mungkin tercapai. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar: 1-3).
Seorang mukmin dituntut untuk rela berkorban apa saja. Tak peduli harta, pangkat, jabatan, bahkan nyawa sekalipun jika dimaksudkan sebagai pengabdian terhadap Allah SWT dapat terwujud dan umat manusia dapat terhindar dari kekufuran dan kemusyrikan. Setiap Mukmin harus ikhlas berkorban. Pengorbanan dalam bentuk apapun, sepanjang didasari keikhlasan niat semata mencari ridho Allah pasti tidak akan sia-sia disisi-Nya. Ia yakin betul akan janji Allah SWT :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS. At-Taubah: 111).
Hadirin kaum Muslimin yang berbahagia
Perjuangan yang kita lakukan harus didasari atas niat semata mencari ridha Allah SWT. Pengorbanan kita juga harus ikhlas karena-Nya, dengan menyerahkan sebagian kemerdekaan pribadi untuk kepentingan dan kebahagiaan bersama. Sebagai suami/ istri, sebagai orang tua/ anak. Kita berjuang dan berkorban agar seluruh keluarga kita terhindar dari ancaman siksa neraka jahannam. Sebagai jawaban sikap kita terhadap peringatan Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-tahrim: 6).
Tekad untuk berjuang dan keikhlasan untuk berkorban saja tidaklah cukup. Nabiyullah Ibrahim AS dan putranya Ismail masih diuji dengan keteguhan iman melalui bisikan iblis. Setahap demi setahap mereka melewati godaan tersebut. Satu demi satu batu dilemparkan sbg tamsil dari pernyataan “perang” melawan iblis dengan segala bentuknya yang selalu akan muncul menggoda dikala seorang hamba Allah menelusuri ‘Shiratal Mustaqim” (jalan lurus yang diridhoi Allah SWT).
“Iblis menjawab: “Karena engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan engkau yang lurus, kemudian saya
akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur Taat.”
(QS. Al-a’raaf: 16-17).
Hamba-hamba Allah yang mulia.
Kini, iblis dalam bentuk manusia makin menunjukan eksistensinya. Hal itu ditampilkan oleh para pengikut sekularisme dan liberalisme. Mereka telah “menuhankan” akal dan hawa nafsu mereka. Gejala semacam ini sebenarnya sudah timbul sejak akhir abad ke-19, ketika secara gegabah FW Nietzsche seorang filosof Jerman (1844-1900) menyatakan : Tuhan sudah mati. Sebelumnya Fir’aun abad 18 yang bernama Imanuel Kant (1724- 1804) yang lahir di Jerman telah pula memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. Ia menyatakan : beri saya material, niscaya akan saya perhatikan kepada kalian bagaimana caranya menciptakan alam semesta.
Hadirin, hamba-hamba yang dimuliakan Allah.
Dinegeri kita, keberadaan kaum sekularisme dan Liberalisme kini lebih terorganisir lagi dengan lahirnya kelompok yang menamakan dirinya Jaringan Islam Liberal (JIL) , lewat artikel berjudul : Menyegarkan kembali Pemahaman Islam. Yang pernah dimuat Kompas (edisi 18 Nopember 2002 halaman 4-5) telah mempublikasikan penghinaan terhadap Islam dan kaum muslimin secara terbuka, koodinator JIL itu melakukan penghinaan yang sangat lengkap terhadap Allah SWT dan hukum hukumNya yang telah ditetapkan secara ekplisif, baik dalam Al-Qur’an maupun Sunah. Dia menyetakan “Tiada hukum tuhan yang ada adalah hukum manusia.”
Rasulullah SAW juga dihina dengan pernyataannya bahwa Rasulullah SAW hanyalah sekedar “ tokoh historis yang harus dikaji dengan kritis”. Menurutnya Rasulullah yang disucikan Allah SWT hanyalah manusia biasa yang banyak kesalahannya. Ini jelas merupakan penghinaan yang nyata terhadap Rasulullah yang memperoleh gelar ma’shum ( terjaga dari kekeliruan menyampaikan risalah) dari Allah SWT. Gelar ini meyakinkan setiap mukmin bahwa beliau telah dilindungi Allah SWT dari kemungkinan kekeliruan dan kekilafan dalam menyampaikan risalah.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah
Sebagai umat islam kita dituntut bersatu dalam satu barisan dan perjuangan. tidak ada sedikitpun alasan untuk menempuh jalan yang terpecah belah diantara kita. Bahaya komunisme masih merupakan ancaman terberat. Dari masa kemasa, mereka selalu bangkit, berusaha memecah belah umat islam dan mendorong setiap muslim untuk melakukan penyelewengan pemikiran dan moral. Sekularisme adalah ancaman kedua yang menghampakan makna ideologis islam. Egoisme merupakan ancaman ketiga yang akan membawa manusia berlomba mengejar kepuasan pribadi tanpa menghiraukan kepentingan dan hak orang lain.
Kita membutuhkan persatuan dan kesatuan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan ini. Persatuan seperti yang Allah SWT gambarkan dalam firmanNya :
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali( dien ) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,”(QS Al-Imran :103)
Persatuan umat harus didasari pada dua pilar : pertama, Persatuan yang didasari atas adanya titik tujuan yang sama, yaitu semata mencari ridha Allah SWT dalam segala langkah dan perjuangan. Rasul SAW bersabda :
“Orang mukmin dengan orang mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan, dimana masing-masing saling menguatkan yang lain.”(HR.Bukhori M)
Kedua, Persatuan harus didasarkan pada derap langkah yang sama dalam perjuangan. Makna kata jami’an dalam ayat tersebut tidak membedakan antara individu satu dengan yang lain. Allah SWT Berfirman :
“ Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”.( QS Al-An biyaa :92)
Hadirin kaum muslim yang berbahagia
Namun sangat disayangkan, diantara kita masih ada yang bermental resepsionis, ingin terpampang semua mereknya. Mulai dari agama, partai, golongan, suku, sampai pribadinya. Padahal Rasulnya pernah menyatakan bahwa apa yang diberikan tangan kanan hendaknya tidak diketahui tangan kirinya. Sebuah gambaran tentang keikhlasan dan anti egoisme.
Betul, kita datang dari berbagai kabilah, suku, bangsa, bahasa dan warna kulit yang berbeda, kedudukan dan status sosial yang tidak sama. Namun jika kita telah sama memekikkan kalimat Allahu Akbar dan bersujud dihadapan Illahi, maka tidak ada lagi perbedaan diantara kita. Kita adalah umat yang satu, umat Muhammad yang senantiasa berpegang teguh kepada panji “Allahu Akbar, Laillaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.”
Hadirin kaum muslimin yang dirahmati Allah
Hari-hari belakangan ini, ikatan ukhuwah dan keimanan kita tengah diuji oleh Allah SWT. Gempa dan gelombang Tsunami yang meluluhlantakan negri saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra Utara, dua tahun yang lalu dengan korban ratusan ribu orang gugur menjadi syuhada, insya Allah. Serta ratusan ribu lainnya cidera, kehilangan harta benda, tempat tinggal, mata pencaharian dan sanak saudara, rasanya baru kemarin musibah itu terjadi bahkan sampai saat ini Allah SWT masih memberikan ujian bagi kita dengan angin puting beliung yang memporakporandakan pemukiman di Pulau jawa, Tanah longsor di Solok, gempa di Medan, banjir bandang di Nanggroe Aceh Darussalam dan Lumpur Lapindo yang masih menyisakan masalah, seolah olah tiada berhenti. Astaghfirullah... Dengan musibah itu, ada keluarga yang kehilangan istri, suami, orang tua ataupun anak yang dicintainya. Tak terhitung jumlah anak-anak yatim piatu yang tak lagi merasakan hangatnya dekapan ayah-bundanya.
Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah SWT
Mereka yang sedang menangis, meratap, merintih, menjerit dan memekik dari himpitan musibah ini adalah saudara-saudara kita, mereka merupakan bagian dari tubuh kita sebagaimana dipesankan Rasulullah SAW. Kita harus mencintai mereka seperti mencintai diri kita sendiri. Bukan dalam slogan dan kata-kata, tetapi dalam wujud nyata! Dalam sebuah sabdanya Rasulullah SAW mengancam keimanan seseorang dengan menafikan kesempurnaan iman seseorang yang belum mampu mencintai saudaranya sesama Mukmin seperti cintanya terhadap dirinya sendiri (HR.Ahmad, Bukhori, Muslim, Turmudzi, Nasa’i danIbnu Majah).
Marilah kita sejenak menundukkan kepala, dengan penuh keikhlasan kita berdo’a memohon bimbingan dan pertolonganNya. Marilah kita menengadahkan kedua telapak tangan kita sambil meluluhkan perasaan dan menjernihkan pikiran.
Allahumma ya Allah.... Kami berkumpul di tempat yang mulia ini, memuji kebesaranMu, dan dengan segala kesadaran yang utuh, kami semua adalah milikMu Ya Allah...pengorbanan para nabi, syuhada dan waliyullah telah mengetarkan hati kami, betapa terasa kecilnya diri-diri kami. Karena itu ya Allah tumbuhkanlah ruhul jihad dalam diri kami, hidupkanlah semangat berkorban dalam jiwa kami, suburkanlah semangat pengabdian dalam segala tingkah langkah kami agar negri ini makmur di bawah naungan ridhoMu, agar Islam menjadi berkah dan rahmat bagi alam semesta.
Rabbana Ya Allah, yang Maha pengampun terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami perbuat selama ini, pada hari ini yang suci dan mulia ini kami mohon ampunanmu ya Allah sungguh ampunanMu adalah lebih luas daripada dosa-dosa yang kami lakukan, bersihkanlah jiwa raga kami dari dosa dan kesalahan ketika ajal nanti mengantaarkan kami menuju kehadiratmu.
Allahumma Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami kasihanilah mereka berdua seperti mereka pernah mengasihi dan menyayangi kami sejak kecil dan ampuni dosa saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat berilah kami taufik dan hidayah berkah serta rahmat dan keridhoanMu kepada para pemimpin kami kuatkanlah ketika mereka lemah, luruskanlah ketika mereka keliru, berilah bimbingan agar dapat membawa kami kepada jalan meraih keridhoanMu.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim... hari ini kami berdoa untuk saudara-saudara kami seiman yang sedang melaksanakan ibadah haji berikanlah kemudahan dalam melaksanakan rukun dan wajib hajinya jadikannlah sepulangnya menjadi haji yang mabrur. Bagi saudara kami yang sedang tertimpa musibah berilah kesabaran dan ketabahan, berilah jalan keluar untuk mendapatkan keridhoanMu. Bagi saudara kami yang telah meninggal dunia terimalah arwah saudara-saudara kami tempatkanlah mereka di tempat yang mulia disisiMu bersama para nabi dan Rasul para waliyullah dan para syuhada. Jadikanlah musibah ini kifarat bagi dosa-dosa dan kekhilafan mereka dan jadikanlah musibah ini ladang bagi saudara-saudara kami untuk memperoleh pahala tanpa hisab sesuai janjiMu. Ya Allah. Tumbuhkanlah terus dalam sanubari kami semangat untuk menolong saudara-saudara kami agar mereka kembali dapat hidup layak seperti sedia kala.
Allahumma Ya Allah cucurkanlah rahmat berkah karunia taufiq dan hidayahMu serta inayahMu bimbinglah kami semua dengan cahaya hidayahmu agar kami senantiasa mampu menempatkan diri di jalan yang engkau ridhoi. Berilah kami kesempatan untuk menikmati kebahagiaan hidup di dunia ini yang hakiki dan abadi dalam ridhoMu diakhirat nanti. Amin ya Rabbal Alamin.
Jumat, 04 Juli 2008
Amaliyah Ramadhan
Amaliyah Ramadhan
Yang dicontohkan Rasulullah SAW
(Ir. Gatot Sudjono)
artinya :” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS.AlBaqarah 2:183)
Artinya :”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS.Al Baqarah 2:185)
Beberapa amaliyah Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW :
As-shiyam (Puasa)
Tilawah/ tadarus Al Qur’an
Ith’am ath tho’am ( memberikan makanan & sedekah )
Memperhatikan kesehatan
Memperhatikan harmonis keluarga
Memperhatikan aktivitas dakwah/taklim dan sosial(memperbanyak sedekah)
Qiyam Ramadhan (Sholat Tarawih)
I’tikaf si masjid
Lailatul Qadr
Umroh
Zakat Fitrah
1.As-shiyam (puasa)
- Berwawasan yang benar tentang puasa,
- Tidak meninggalkan puasa walaupun sehari kecuali halangan syar’i
- Menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi nilai shiyam
- Bersungguh-sungguh melakukan shiyam sesuai aturan
- Sahur, makanan yang berkah, sahur diakhirkan
- Ifthar (berbuka puasa) dengan menyegerakannya
- Berdoa sesudah sehari menyelesaikan ibadah puasa
2.Tilawah / Tadarus Al Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an, Imam Az-Zuhri berkata
“Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama selain shiyam adalah membaca Al Qur’an.”
3. Ith’am ath tho’am ( memberikan makanan & sedekah)
Rasulullah SAW bersabda:” Barangsiapa yang memberi ifthar (makanan berbuka) kepada orang-orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala orang yang berpuasa itu tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasai)
4. Memperhatikan kesehatan
- menyikat gigi dengan siwak
- Berobat seperti berbekam
- Memperhatikan penampilan dengan baik tidak dengan wajah cemberut, kusut
5. Memperhatikan Harmonis Keluarga
Rasulullah selalu memperhatikan hak-hak keluarga selama berpuasa seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau ‘Aisyah dan Ummu Salamah ra : Rasulullah tokoh yang paling baik untuk keluarga, selam bulan Ramadhan tetap memenuhi hak-hak keluarga beliau, bahkan ketika beliau I’tikaf harmonis itu tetap terjaga (‘Aisyah pernah menyisir rambut beliau ketika beliau I’tikaf).
6. Memperhatikan aktivitas dakwah/taklim dan social memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW justru menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif, beliau juga aktif melakukan da’wah, kegiatan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Beliau melakukan perjalanan ke Badar dan ke Mekah.
Rasulullah SAW adalah orang yang banyak memberi dan menolong, lebih lebih pada bulan Ramadhan.
Rasulullah bersabda :” Afdhalulsh shadaqati shadaqatun fi ramadhan (Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan “)(HR.Thurmudzi)
7. Qiyam Ramadham (Sholat Tarawih)
Kegiatan ibadah Rasulullah selama bulan Ramadhan ialah Qiyam Al-Lail yang popular dengan sholat tarawih. Untuk shalatnya ada yang 11 rakaat, dengan pelaksanaannya sebagai berikut : 2 x 4 rekaat ditambah witir 3 rekaat; 4 x 2 rekaat ditambah witir 3 rekaat dan 5 x 2 rekaat ditambah witir 1 rekaat. Adapun ada yang melaksanakan 23 rakaat ( 10 x 2 rekaat ditambah witir 3 rekaat) diambil dari contoh yang pernah dilakukan oleh Umar Bin Khatab dan para sahabat.
8. I’tikaf di masjid
I’tikaf yaitu berdiam atau tinggal di mesjid dengan adab-adab tertentu, pada masa tertentu dengan niat ibadah dan Taqarrub kepada Allah SWT. Keutamaannya adalah Rasulullah, para sahabat dan para istri Rasulullah senantiasa ibadah I’tikaf ini
Diantara amaliyah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah SAW dalam bulan ramadhan ialah I’tikaf di mesjid dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Hal ini beliau lakukan pada awal ramadhan, pertengahan ramadhan dan terutama pada 10 hari terakhir ramadhan.
Syarat-syarta I’tikaf:
1. Muslim
2. berakal
3. Suci dari janabah (junub), haod dan nifas
Rukun-rukun I’tikaf
1. Niat I’tikaf
2. Berdiam di mesjid
Waktu I’tikaf
Khusus I’tikaf Ramadhan waktunya mulai sebelum terbenamnya matahari malam ke 21, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang ingin I’tikaf denganku, hendaklah ia beri’tikaf 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Riwayat Bukhari)
Adapun waktu berakhirnya I’tikaf adalah setelah terbenamnya matahari, hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi para ulama sepakat akhir I’tikaf lebih utama adalah menunggu sholad Ied.
9. Lail Al-Qadr
artinya :” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? . Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.(QS.Al Qadr 97:1-5)
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam (Sholat malam) pada Lailatu Qadr atas dasar iman serta semata-mata mencari ridho Allah, maka Allah mengampuni dosa-dosa yang pernah ia lakukan”.
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadr terjadi pada malam bulan Ramadhan dan berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk kemashlahatan umat Muhammad dampai hari kiamat.
Adapun para ulama berpendapat yang beragam antara lain:
Lailatul Qadr terjadi pada malam 17,21,23,27 Ramadhan.
Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.
Tanda-tanda terjadinya Lailatul Qadr Rasulullah SAW bersabda:
“Pada saat terjadinya Lailatul Qadr itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup awan”. (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Upaya menggapai Lailatul Qadr
Lebih sungguh2 dalm mengerjakan ibadah pada bulan ramadhan
I’tikaf
Melakukan Qiyamul lail berjamaah(Sholat tarawih)
Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan dengan do’a
“Allahumma innaka afuwun tuhibul afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, Engkaulah maha pengampun, maka ampunilah kami)
10. Umroh
Umroh/haji kecil baik dilakukan pada bulan Ramadhan, sebab nilainya bisa berlipat ganda sebagaimana pernah disabdakan Rasulullah SAW:
“Agar apabila datang bulan Ramadhan ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan Haji bersama Rasulullah SAW”. (HR Bukhari, Muslim)
11. Zakat Fitrah
Pada hari terakhir bulan Ramadhan amaliyah yang dikerjakan adalah membayar zakat fitrah, suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat islam baik laki-laki maupun perempuan, dewasa/anak2 sebesar 2,5 kg/3,5 liter makanan pokok.
Zakat fitrah berfungsi sebagai pelengkap penyucian untuk pelaku puasa dan untuk membantu kaum fakir miskin. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
KESIMPULAN
Amaliyah Ramadhan yang harus kita pertahankan pada bulan bulan yang lain di luar bulan Ramadhan adalah:
Sholah 5 waktu berjamah
Shaum/puasa sunnah senin dan kamis dll
Tahjjud/Sholat malam
Tadarrus/ baca Qur’an
Dzikrullah
Sedekah/Infaq dan Zakat
Bersyukur dan sabar
Menuntut ilmu agama/taklim
Membina Islam dalam keluarga
Mendakwahkan Islam
Yang dicontohkan Rasulullah SAW
(Ir. Gatot Sudjono)
artinya :” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS.AlBaqarah 2:183)
Artinya :”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS.Al Baqarah 2:185)
Beberapa amaliyah Ramadhan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW :
As-shiyam (Puasa)
Tilawah/ tadarus Al Qur’an
Ith’am ath tho’am ( memberikan makanan & sedekah )
Memperhatikan kesehatan
Memperhatikan harmonis keluarga
Memperhatikan aktivitas dakwah/taklim dan sosial(memperbanyak sedekah)
Qiyam Ramadhan (Sholat Tarawih)
I’tikaf si masjid
Lailatul Qadr
Umroh
Zakat Fitrah
1.As-shiyam (puasa)
- Berwawasan yang benar tentang puasa,
- Tidak meninggalkan puasa walaupun sehari kecuali halangan syar’i
- Menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi nilai shiyam
- Bersungguh-sungguh melakukan shiyam sesuai aturan
- Sahur, makanan yang berkah, sahur diakhirkan
- Ifthar (berbuka puasa) dengan menyegerakannya
- Berdoa sesudah sehari menyelesaikan ibadah puasa
2.Tilawah / Tadarus Al Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an, Imam Az-Zuhri berkata
“Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama selain shiyam adalah membaca Al Qur’an.”
3. Ith’am ath tho’am ( memberikan makanan & sedekah)
Rasulullah SAW bersabda:” Barangsiapa yang memberi ifthar (makanan berbuka) kepada orang-orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala orang yang berpuasa itu tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasai)
4. Memperhatikan kesehatan
- menyikat gigi dengan siwak
- Berobat seperti berbekam
- Memperhatikan penampilan dengan baik tidak dengan wajah cemberut, kusut
5. Memperhatikan Harmonis Keluarga
Rasulullah selalu memperhatikan hak-hak keluarga selama berpuasa seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau ‘Aisyah dan Ummu Salamah ra : Rasulullah tokoh yang paling baik untuk keluarga, selam bulan Ramadhan tetap memenuhi hak-hak keluarga beliau, bahkan ketika beliau I’tikaf harmonis itu tetap terjaga (‘Aisyah pernah menyisir rambut beliau ketika beliau I’tikaf).
6. Memperhatikan aktivitas dakwah/taklim dan social memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW justru menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif, beliau juga aktif melakukan da’wah, kegiatan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Beliau melakukan perjalanan ke Badar dan ke Mekah.
Rasulullah SAW adalah orang yang banyak memberi dan menolong, lebih lebih pada bulan Ramadhan.
Rasulullah bersabda :” Afdhalulsh shadaqati shadaqatun fi ramadhan (Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan “)(HR.Thurmudzi)
7. Qiyam Ramadham (Sholat Tarawih)
Kegiatan ibadah Rasulullah selama bulan Ramadhan ialah Qiyam Al-Lail yang popular dengan sholat tarawih. Untuk shalatnya ada yang 11 rakaat, dengan pelaksanaannya sebagai berikut : 2 x 4 rekaat ditambah witir 3 rekaat; 4 x 2 rekaat ditambah witir 3 rekaat dan 5 x 2 rekaat ditambah witir 1 rekaat. Adapun ada yang melaksanakan 23 rakaat ( 10 x 2 rekaat ditambah witir 3 rekaat) diambil dari contoh yang pernah dilakukan oleh Umar Bin Khatab dan para sahabat.
8. I’tikaf di masjid
I’tikaf yaitu berdiam atau tinggal di mesjid dengan adab-adab tertentu, pada masa tertentu dengan niat ibadah dan Taqarrub kepada Allah SWT. Keutamaannya adalah Rasulullah, para sahabat dan para istri Rasulullah senantiasa ibadah I’tikaf ini
Diantara amaliyah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah SAW dalam bulan ramadhan ialah I’tikaf di mesjid dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Hal ini beliau lakukan pada awal ramadhan, pertengahan ramadhan dan terutama pada 10 hari terakhir ramadhan.
Syarat-syarta I’tikaf:
1. Muslim
2. berakal
3. Suci dari janabah (junub), haod dan nifas
Rukun-rukun I’tikaf
1. Niat I’tikaf
2. Berdiam di mesjid
Waktu I’tikaf
Khusus I’tikaf Ramadhan waktunya mulai sebelum terbenamnya matahari malam ke 21, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang ingin I’tikaf denganku, hendaklah ia beri’tikaf 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Riwayat Bukhari)
Adapun waktu berakhirnya I’tikaf adalah setelah terbenamnya matahari, hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi para ulama sepakat akhir I’tikaf lebih utama adalah menunggu sholad Ied.
9. Lail Al-Qadr
artinya :” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? . Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.(QS.Al Qadr 97:1-5)
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam (Sholat malam) pada Lailatu Qadr atas dasar iman serta semata-mata mencari ridho Allah, maka Allah mengampuni dosa-dosa yang pernah ia lakukan”.
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadr terjadi pada malam bulan Ramadhan dan berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk kemashlahatan umat Muhammad dampai hari kiamat.
Adapun para ulama berpendapat yang beragam antara lain:
Lailatul Qadr terjadi pada malam 17,21,23,27 Ramadhan.
Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.
Tanda-tanda terjadinya Lailatul Qadr Rasulullah SAW bersabda:
“Pada saat terjadinya Lailatul Qadr itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup awan”. (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Upaya menggapai Lailatul Qadr
Lebih sungguh2 dalm mengerjakan ibadah pada bulan ramadhan
I’tikaf
Melakukan Qiyamul lail berjamaah(Sholat tarawih)
Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan dengan do’a
“Allahumma innaka afuwun tuhibul afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, Engkaulah maha pengampun, maka ampunilah kami)
10. Umroh
Umroh/haji kecil baik dilakukan pada bulan Ramadhan, sebab nilainya bisa berlipat ganda sebagaimana pernah disabdakan Rasulullah SAW:
“Agar apabila datang bulan Ramadhan ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan Haji bersama Rasulullah SAW”. (HR Bukhari, Muslim)
11. Zakat Fitrah
Pada hari terakhir bulan Ramadhan amaliyah yang dikerjakan adalah membayar zakat fitrah, suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat islam baik laki-laki maupun perempuan, dewasa/anak2 sebesar 2,5 kg/3,5 liter makanan pokok.
Zakat fitrah berfungsi sebagai pelengkap penyucian untuk pelaku puasa dan untuk membantu kaum fakir miskin. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
KESIMPULAN
Amaliyah Ramadhan yang harus kita pertahankan pada bulan bulan yang lain di luar bulan Ramadhan adalah:
Sholah 5 waktu berjamah
Shaum/puasa sunnah senin dan kamis dll
Tahjjud/Sholat malam
Tadarrus/ baca Qur’an
Dzikrullah
Sedekah/Infaq dan Zakat
Bersyukur dan sabar
Menuntut ilmu agama/taklim
Membina Islam dalam keluarga
Mendakwahkan Islam
RINGKASAN KHUTBAH RAMADHAN
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah, Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu di ijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah azza wa jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih, Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggilNya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepadaNya.
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban(dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaanNya di hari kiamat. Barang siapa menahan kejelekkannya di bulan ini, allah akan menahan murkaNya pada hari berjumpa denga-Nya.
Barang siapa melakukan sholat sunah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan sholat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 sholat fardhu di bulan lain. Barang siapa memperbanyak sholawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Apa amal yang paling utama di bulan ini? Jawab Nabi :” Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu di ijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah azza wa jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih, Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggilNya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepadaNya.
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban(dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaanNya di hari kiamat. Barang siapa menahan kejelekkannya di bulan ini, allah akan menahan murkaNya pada hari berjumpa denga-Nya.
Barang siapa melakukan sholat sunah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan sholat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 sholat fardhu di bulan lain. Barang siapa memperbanyak sholawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Apa amal yang paling utama di bulan ini? Jawab Nabi :” Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Langganan:
Komentar (Atom)

